Rest Area 575B di ruas Tol Solo–Ngawi adalah pemberhentian pertama saya dalam perjalanan pulang ke Tangerang. Setelah perjalanan cukup panjang dari Blitar, kami masuk ke rest area ini untuk berhenti sebentar. Kesan pertama ketika masuk, tempatnya tidak terlalu ramai saat itu. Ada beberapa area yang terlihat terbengkalai, sudut-sudut yang seperti dibiarkan begitu saja, dan bagian-bagian yang tampak usang. Saya berhenti di sana untuk ke toilet dan sarapan bekal yang dibawa dari rumah, tanpa rencana khusus untuk melihat-lihat lebih jauh.
Tapi ternyata, selalu ada hal-hal kecil yang menarik kalau kita mau memperhatikan sekitar sedikit lebih perhatian. Di antara batu, rumput liar, tembok kusam, dan area yang sekilas tidak terlalu menarik, saya melihat bunga-bunga kecil yang tetap tumbuh. Sebagian muncul bergerombol, sebagian berdiri sendiri, sebagian hampir tertutup rerumputan. Mereka tumbuh di tempat yang mungkin dilewati begitu saja oleh banyak orang: di pinggir jalan, di sela bebatuan, di dekat area yang tampak kurang terurus.
Saya suka menemukan pemandangan seperti ini. Tempat yang awalnya terasa biasa saja, bahkan sedikit usang, bisa berubah ketika dilihat dari dekat. Ada kehidupan kecil yang tetap berjalan di sana. Bunga-bunganya tidak besar dan mencolok, dan mungkin tidak sengaja ditanam untuk mempercantik tempat. Tapi justru karena itu, mereka terasa menarik. Di tengah perjalanan pulang, di sebuah rest area yang hanya menjadi tempat singgah sebentar, bunga-bunga kecil itu seperti mengingatkan bahwa selalu ada sesuatu yang tetap berusaha tumbuh, bahkan di sudut-sudut yang terabaikan.
Setelah memotret bunga-bunga dan pohon di bawah ini, saya coba cari satu per satu namanya apa saja. Selain indah, mereka memberi pengetahuan baru bagi saya. Terima kasih wahai para bebungaan nan cecantikan.
Tridax daisy / Coatbuttons — Tridax procumbens
Bunga-bunga kecil berkelopak putih dengan tengah kuning ini tumbuh di antara rerumputan. Sebagian sudah berubah menjadi kepala biji berbulu, seperti dandelion kecil yang siap terbawa angin.



Putri malu — Mimosa pudica
Di antara rumput liar, putri malu dengan bunga bulat kecil berwarna pink keunguan tampak mencolok. Bentuknya lembut, tapi tumbuh begitu saja di tanah yang keras dan seadanya.




Gomphrena liar / globe amaranth liar — Gomphrena celosioides
Jenis bunga kecil yang tumbuh rendah di antara rumput. Bentuknya sederhana, agak kering seperti kertas, tapi justru terlihat menarik karena muncul di tempat yang mudah terlewat karena ia sekilas tidak seperti bunga.
Little Ironweed — Cyanthillium Cinereum
Di dekat mural biru yang mulai pudar, bunga-bunga kecil Little Ironweed tumbuh ringan di ujung tangkai. Dari jauh mungkin terlihat seperti semak biasa, tapi dari dekat ada tekstur halus yang membuatnya menarik.

Flamboyan — Delonix regia
Saat menengadah, saya melihat pohon dengan daun-daun kecil seperti pakis dan bunga merah-oranye di sela rantingnya.


