Hari Minggu kemarin, saya dan keluarga (termasuk orang tua, kakak, sepupu, dan keponakan) pergi ke rumah saudara kami di Bekasi, Jawa Barat. Tepat di depan rumahnya ada sebuah lapangan dan kebun liar yang dipenuhi rerumputan, pohon pisang, tanaman rambat, serta bunga-bunga kecil berwarna merah dan jingga.
Begitu sampai, anak-anak langsung bermain ke sana. Mereka bermain sepakbola, berlari di rerumputan yang tumbuh agak tinggi, memanjat tiang, melihat-lihat tanaman, dan sesekali berhenti ketika menemukan sesuatu yang menarik. Di antara batu dan tanah, mereka bahkan menemukan seekor kepiting kecil.
Semua itu sebenarnya sederhana. Namun, kegiatan seperti ini tidak mudah mereka temukan di lingkungan rumah kami. Kami tinggal di cluster perumahan yang hanya memiliki taman bermain kecil dan beberapa pocket garden di sejumlah titik. Ruang bermainnya lebih tertata, tetapi juga lebih terbatas. Tidak banyak semak liar untuk sekadar iseng diamati, tanah untuk digali, atau hewan kecil yang muncul tidak disengaja.
Di lapangan itu, mereka tidak membutuhkan permainan khusus. Sebuah bola, bunga-bunga yang tumbuh liar, sudah cukup membuat mereka sibuk sepanjang siang.
Saya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengabadikannya. Bukan karena hari itu dipenuhi kejadian besar, melainkan karena momen-momen semacam ini mudah berlalu dan mungkin tidak akan terulang.
Hari Minggu itu menjadi hari pamungkas libur panjang sekolah, ditutup dengan permainan yang sederhana, dan anak-anak bebas berjalan ke mana pun rasa penasaran membawa mereka.


















